Webside Official Pimpinan Anak Cabang IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA dan IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA Kec. Prambanan Kabupaten Sleman
Minggu, 19 Februari 2017
IPNU IPPNU KEC. PRAMBANAN MENGIKUTI SOSIALISASI 4 PILAR (PANCASILA, UUD 45, BINEKA TUNGGAL IKA, NKRI, DAN KETETAPAN MRP RI)
Yogyakarta (18/2),- Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama adalah organisasi badan otonom NU yang mengkedepankan intelektual dan keterpelajaran, IPNU IPPNU juga berkotmitmen menjadikan generasi pelajar yang Agamis dan Nasionalis untuk mempersiapkan generasi para Ulama dan penerus Bangsa.
Maka dari itu, Penting bagi kita untuk mengetahui apa sebenarnya Pancasila, UUD, Bineka Tunggal Ika, dan Bagaimana ketetapan MPR RI sekarang.
Pada kesempatan itu PAC IPNU IPPNU Kec. Prambanan bersama IPNU IPPNU SE-DIY ikut serta dalam Sosialisasi 4 Pilar yang diselengarakan oleh PW IPNU DIY.
Drs. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M. Si sebagai pemateri yang juga Anggota DPR RI yang sudah empat kali priode menjabat pada tahun 1997-2019, sekaligus yang dulu pernah menjadi Ketua Umum PP IPNU selama dua periode pada tahun 1988-1996 menyampaikan betapa pentingnya Pancasila sebagai dasar dan idiologi negara, selain itu beliau juga menyampaikan betapa pentingnya Fatwa-fatwa Ulama, Negara ini berdiri tak lepas dari Fatwa Ulama pada saat itu indonesia yang baru Merdeka beberapa bulan didatangi penjajah sekutu yang jumlahnya lebih banyak, dan saat itu Sukarno mencoba meminta Fatwa Hadarotu Syech hasim Asy'ari yakni Pertama, Hukum membela negara dan melawan penjajah adalah fardlu ‘ain bagi setiap mukallaf yang berada dalam radius masafat al-safar ; Kedua, perang melawan penjajah adalah jihad fi sabilillah, dan oleh karena itu umat Islam yang mati dalam peperangan itu adalah syahid, dan ; ketiga, mereka yang mengkhianati perjuangan umat Islam dengan memecah-belah persatuan dan menjadi kaki tangan penjajah, wajib hukumnya dibunuh.
itu juga Fatwa yang di jadikan Bung Karno dalam membakar semangat Santri dan Pemuda di Surabaya kala itu, ungkapnya. (Ahamad Mustofa, 19/2)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar